Bila Anda memiliki kebiasaan menyetir kendaraan dengan memakai sepatu hak tinggi, sebaiknya tinggalkan. Karena, menurut survei di bawah ini, jutaan pengendara mempertaruhkan hidupnya dengan mengenakan sepatu yang tidak aman saat mengemudi.

Mengutip Daily Mail, pengendara muda berusia 18 sampai 30 tahun sering menggunakan alas kaki yang tidak tepat. Satu di antara tiga orang atau sebanyak 29 persen pengemudi perempuan mengaku memakai hak tinggi saat mengendarai mobil.



Bila dibandingkan dengan pengendara berusia 50 sampai 65 tahun, hanya satu dari enam atau 15 persen pengemudi wanita yang melakukan hal berisiko tersebut.

Menurut survei yang dilakukan perusahaan bahan bakar Shell, dari 1.000 pengendara, dua kali lebih banyak pengendara muda wanita yang menggunakan alas kaki yang tidak tepat, bukan hanya hak tinggi namun juga sepatu datar.

Para ahli mengatakan, mengemudi dengan menggunakan flatshoes dengan pijakan yang tidak kuat akan mengakibatkan kaki tergelincir dari pedal rem atau kopling. Hal itu menimbulkan risiko kecelakaan yang cukup besar.

Adapun survei lain yang dilakukan Brake, organisasi mengenai keselamatan berkendara, menyebutkan 40 persen pengemudi wanita di Inggris berkendara sembari menggunakan hak tinggi. Sementara itu, 39 persen menggunakan sandal jepit dan 21 persen bertelanjang kaki.

“Hal tersebut sangat berbahaya. Seharusnya mereka menggunakan sepatu khusus mengemudi,” ujar Wakil CEO Brake, Julie Townsend.

Townsend menambahkan, mengemudi dengan sepatu yang tidak tepat, terutama hak tinggi, baik itu stiletto, wedges, atau platform, bisa membuat pengemudi kehilangan kontrol kendaraan karena tidak bisa “merasakan” tekanan gas secara tepat.

“Akibatnya banyak terjadi kecelakaan,” tutur Townsend.

Selain itu, survei Brake mengungkapkan satu dari 10 perempuan menggunakan make up saat mengemudi, yang ikut berkontribusi pada tingginya kecelakaan di jalan raya.

Sumber : Viva Style Mei 2014

0 komentar: